Sekarang kau hidup di jaman kesetiaan bagaikan kalung perhiasan belenggu emas yang membara.... Kau bisa saja melukai atau terlukai seseorang. Apa yang kau lakukan untuk seseorang bisa saja tak berarti bagi orang yang tersebut. Atau bisa saja dia berpura-pura yang kamu lakukan seolah-olah berarti baginya (dan ini jauh lebih menyakitkan, bagaikan membunuh orang dengan cara mengiris-iris bagian per bagian ketika masih dalam kondisi bernyawa).
Di satu sisi ada orang yang sudah tidak berani untuk setia lagi. Mungkin karena dia trauma karena pengkhianatan yang dia alami di masa lalunya terlalu menyakitkan. Ada juga yang sudah jenuh dengan kesetiaan karena selama dia setia, dia selalu diremehkan, disepelekan, atau bahkan diacuhkan (mungkin ini yang ku rasakan); karena yang ku saksikan kenyataan di sekitarku adalah gejala aneh; ketika ada yang setia disia-siakan atau bahkan dikhianati sedangkan kalo ada yang tidak setia malah ditangisi, diingat2, atau bahkan diharapkan lagi. Sungguh sangat ironis...
AWAN
MESKI TAK SEINDAH YANG KAU BAYANGKAN TAPI INILAH KEJUJURANKU
Friday, 25 January 2013
Sunday, 20 January 2013
NA-H
Aku berburu bersama seekor singa di dalam tubuhku...
Aku berteduh pada Tuhan Semesta Alam dari badai gemuruh di langit hatiku...
Kita telusuri sungai-sungai jiwa yang kekeringan...
Kita tanami tandusnya hutan jiwa dengan hujan kasih sayang....
Kau akan terdiam dengan bukit-bukit kemuliaan yang menjulang....
Kau akan termenung di lembah kesederhanaan...
Aku berteduh pada Tuhan Semesta Alam dari badai gemuruh di langit hatiku...
Kita telusuri sungai-sungai jiwa yang kekeringan...
Kita tanami tandusnya hutan jiwa dengan hujan kasih sayang....
Kau akan terdiam dengan bukit-bukit kemuliaan yang menjulang....
Kau akan termenung di lembah kesederhanaan...
AR
Dua orang tergeletak dalam heningnya gemuruh jiwa
Satu nyawa bersender pada pustaka tak berwana
Mencari satu hati yang hilang bersama perjuangannya
Jujur adalah sebuah rantai raksasa yang membelenggu kaki mungilmu
Canda hanyalah kamuflase yang tak berujung
Ketika tawa menyisakan luka di hati pengembara
Ku cari dawai menyusuri lorong bergema
Ku jelajahi setiap sudut bumi
Ku bentangkan mata menerawang terbitnya matahari
Hanya untuk mencarimu.... hanya untuk menunggu bertemu denganmu lagi....
Satu nyawa bersender pada pustaka tak berwana
Mencari satu hati yang hilang bersama perjuangannya
Jujur adalah sebuah rantai raksasa yang membelenggu kaki mungilmu
Canda hanyalah kamuflase yang tak berujung
Ketika tawa menyisakan luka di hati pengembara
Ku cari dawai menyusuri lorong bergema
Ku jelajahi setiap sudut bumi
Ku bentangkan mata menerawang terbitnya matahari
Hanya untuk mencarimu.... hanya untuk menunggu bertemu denganmu lagi....
IA
Asa...... bawakan kedamaian hati yang menyala karna bara rindu
Doa..... sampaikan pada Sang Pencipta tentang sekelumit resah jiwa
Karna kata tak lagi bermakna....
Karna sikap tak bisa ditangkap....
kau.... menyimpan lembar-lembar naskah kuno sanskerta dalam peti besimu...
aku.... mencoba terjemahkan kata demi kata, lembar demi lembar dari semua tutur dan sikapmu...
Semua berawal dari kisah usang sang "Empu Gandring"....
Doa..... sampaikan pada Sang Pencipta tentang sekelumit resah jiwa
Karna kata tak lagi bermakna....
Karna sikap tak bisa ditangkap....
kau.... menyimpan lembar-lembar naskah kuno sanskerta dalam peti besimu...
aku.... mencoba terjemahkan kata demi kata, lembar demi lembar dari semua tutur dan sikapmu...
Semua berawal dari kisah usang sang "Empu Gandring"....
Friday, 7 December 2012
Untuk Hati yang Tak Kunjung Berlabuh
Tak dapat ku lukiskan wajahmu di langit jingga
Tak dapat ku dendangkan symphony indahmu di ujung batas cakrawala
Karena aku hanya bisa mengenangmu selalu di hatiku
Karena aku hanya bisa bersenandung lagu rindu untukmu
Mungkin tak terlihat olehmu tetesan embun pagi
Mungkin tak terbaca olehmu kalimat Illahi
Tapi rasakan saja sejuknya
Tapi hayati saja maknanya
Tak dapat ku dendangkan symphony indahmu di ujung batas cakrawala
Karena aku hanya bisa mengenangmu selalu di hatiku
Karena aku hanya bisa bersenandung lagu rindu untukmu
Mungkin tak terlihat olehmu tetesan embun pagi
Mungkin tak terbaca olehmu kalimat Illahi
Tapi rasakan saja sejuknya
Tapi hayati saja maknanya
Tentang yang Ku Rasakan
Entah apa yang ada dalam benaknya. Yang ku tahu dia selalu menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan orang-orang (Laki-laki) yang mungkin punya "kedekatan khusus" dengan dirinya.
Hanya ALLAH Yang Maha Tahu segala apa yang dia sembunyikan sebenarnya. Aku tak pernah tahu pasti siapa yang sebenarnya dia cintai jauh di dalam hatinya. Mungkin saat ini yang terlihat dekat (secara fisik) dengannya adalah aku. Tapi aku gak tahu kenapa dia mau dekat denganku. Apakah dia hanya kasihan terhadapku? Apakah hanya karena gak enak atau gak tega? Ataukah dia memang mencintaiku seperti aku mencintai dirinya?
Berulang kali ku mantapkan hati bahwa dia ada rasa ke aku. Tapi kadang itu sirna ketika aku tahu dia sering sms an dengan seseorang lelaki. Atau mungkin bukan hanya lelaki itu saja. Yang kadang kulihat wajahnya senyum berseri dan tersipu malu ketika menerima sms dari orang tersebut (entah siapa). Memang aku cemburu terhadap sikap-sikap dia ke orang-orang itu. Yah mungkin karena aku adalah orang yang tak pandai mengambil hati seorang wanita. Aku tak pandai berbicara, tak pandai membuat dia tersenyum berseri atau bahkan tersipu malu. Aku mungkin terlalu apa adanya. Merayu pun aku tidak bisa, yang ada kemungkinan dia pasti malah gak suka.
Aku tak pernah tahu mengapa semua yang aku lakukan ke dia, tak membuatnya membuka pintu hatinya untukku. Apakah mungkin karena aku terlalu tua baginya? (walaupun selisihnya sebenarnya tak sampai seperti pasangan artis yang tenar itu). Ataukah sebenarnya dia telah mencintai seseorang di sana yang entah aku tahu orang tersebut atau tidak. Atau karena kehidupanku yang mungkin identik dengan kaum proletar, yang tak punya apa-apa. Mungkin di matanya aku benar-benar pengangguran sejati.
Yah mungkin saat ini aku terlihat pengangguran meski aku telah berusaha untuk tiap malam mengupdate ilmu komputerku, agar ketika aku mendapat orderan di bidang komputer aku bisa mengatasi masalah-masalah dari pelanggan.Selain itu aku juga sering mengupdate kemampuan musikku secara online karena aku ngelesin gitar anak kelas satu SMP. Meski basic ku bukan di bidang komputer atau music, aku berusaha keras untuk bisa mendapatkan uang dari kemampuan dua hal itu. Walaupun sebenarnya tak ada satupun modal barang yang aku miliki, laptop atau PC belum punya, gitarpun aku belum punya. Jadi semua yang kupelajari murni lewat penjelajahan secara pribadi dan mungkin butuh waktu banyak.Dan media penghasilanku dari itu semua, masih berupa barang pinjaman dari orang.
Mungkin terlalu lebar perbedaan tingkat ekonomi di antara aku dengannya. Secara sosial kultural, mungkin akan sangat susah baginya mengerti dan memahami kesulitan-kesulitan yang aku alami. Mungkin mudah bagi seseorang yang sudah beruang untuk mengatakan segala sesuatu, dengan cepat dan praktis. Sedangkan mungkin bagi orang sepertiku, banyak sekali kendala yang harus dihadapi. Pengen kerja gak diterima2, lalu pengen buka usaha sendiri tapi gak punya tempat dan modal, kemudian pengen pinjam uang ke bank untuk modal akan tetapi sama sekali tak punya jaminan(karena sertifikat tanah pun tak punya), pengen pinjam modal ke teman (banyak yang ragu2, apa bisa?, karena tidak adanya jaminan). Mungkin jika ini terjadi pada masa dulu tidak terlalu berat karena persaingan masih dengan ratio besar (ratio lapangan kerja dibanding jumlah usia produktif). Sedangkan saat ini jumlah lapangan kerja terbatas dengan jumlah orang yang super banyak.Telah ku masukkan lamaran ke mana-mana dg ijazah SMAku, tapi belum ada satupun yang masuk secara mulus. ada saja yang meminta uang agar bisa diterima kerja di suatu instansi.
Di sisi lain, kadang dia begitu sangat perhatian, meski tak terungkapkan lewat kata-kata, kadang-kadang bisa membuatku merasa begitu sangat nyaman di dekatnya, kadang dia bisa membuatku tertawa terbahak-bahak karena dia memang orang yang lucu. Kadang aku di buat nya terharu ketika ku melihat dia perhatian dengan orang-orang gak mampu.Dia mampu menumbuhkan semangatku menjadi berlipat-lipat, Hingga sudah 6 bulan an aku bisa terlepas dari obat jantung yang sering aku konsumsi. Aku tak tahu arti aku apa bagi kehidupannya, entah berarti entah tidak, tapi yang jelas dia wanita yang sangat spesial bagiku, sangat istimewa.
Hanya ALLAH Yang Maha Tahu segala apa yang dia sembunyikan sebenarnya. Aku tak pernah tahu pasti siapa yang sebenarnya dia cintai jauh di dalam hatinya. Mungkin saat ini yang terlihat dekat (secara fisik) dengannya adalah aku. Tapi aku gak tahu kenapa dia mau dekat denganku. Apakah dia hanya kasihan terhadapku? Apakah hanya karena gak enak atau gak tega? Ataukah dia memang mencintaiku seperti aku mencintai dirinya?
Berulang kali ku mantapkan hati bahwa dia ada rasa ke aku. Tapi kadang itu sirna ketika aku tahu dia sering sms an dengan seseorang lelaki. Atau mungkin bukan hanya lelaki itu saja. Yang kadang kulihat wajahnya senyum berseri dan tersipu malu ketika menerima sms dari orang tersebut (entah siapa). Memang aku cemburu terhadap sikap-sikap dia ke orang-orang itu. Yah mungkin karena aku adalah orang yang tak pandai mengambil hati seorang wanita. Aku tak pandai berbicara, tak pandai membuat dia tersenyum berseri atau bahkan tersipu malu. Aku mungkin terlalu apa adanya. Merayu pun aku tidak bisa, yang ada kemungkinan dia pasti malah gak suka.
Aku tak pernah tahu mengapa semua yang aku lakukan ke dia, tak membuatnya membuka pintu hatinya untukku. Apakah mungkin karena aku terlalu tua baginya? (walaupun selisihnya sebenarnya tak sampai seperti pasangan artis yang tenar itu). Ataukah sebenarnya dia telah mencintai seseorang di sana yang entah aku tahu orang tersebut atau tidak. Atau karena kehidupanku yang mungkin identik dengan kaum proletar, yang tak punya apa-apa. Mungkin di matanya aku benar-benar pengangguran sejati.
Yah mungkin saat ini aku terlihat pengangguran meski aku telah berusaha untuk tiap malam mengupdate ilmu komputerku, agar ketika aku mendapat orderan di bidang komputer aku bisa mengatasi masalah-masalah dari pelanggan.Selain itu aku juga sering mengupdate kemampuan musikku secara online karena aku ngelesin gitar anak kelas satu SMP. Meski basic ku bukan di bidang komputer atau music, aku berusaha keras untuk bisa mendapatkan uang dari kemampuan dua hal itu. Walaupun sebenarnya tak ada satupun modal barang yang aku miliki, laptop atau PC belum punya, gitarpun aku belum punya. Jadi semua yang kupelajari murni lewat penjelajahan secara pribadi dan mungkin butuh waktu banyak.Dan media penghasilanku dari itu semua, masih berupa barang pinjaman dari orang.
Mungkin terlalu lebar perbedaan tingkat ekonomi di antara aku dengannya. Secara sosial kultural, mungkin akan sangat susah baginya mengerti dan memahami kesulitan-kesulitan yang aku alami. Mungkin mudah bagi seseorang yang sudah beruang untuk mengatakan segala sesuatu, dengan cepat dan praktis. Sedangkan mungkin bagi orang sepertiku, banyak sekali kendala yang harus dihadapi. Pengen kerja gak diterima2, lalu pengen buka usaha sendiri tapi gak punya tempat dan modal, kemudian pengen pinjam uang ke bank untuk modal akan tetapi sama sekali tak punya jaminan(karena sertifikat tanah pun tak punya), pengen pinjam modal ke teman (banyak yang ragu2, apa bisa?, karena tidak adanya jaminan). Mungkin jika ini terjadi pada masa dulu tidak terlalu berat karena persaingan masih dengan ratio besar (ratio lapangan kerja dibanding jumlah usia produktif). Sedangkan saat ini jumlah lapangan kerja terbatas dengan jumlah orang yang super banyak.Telah ku masukkan lamaran ke mana-mana dg ijazah SMAku, tapi belum ada satupun yang masuk secara mulus. ada saja yang meminta uang agar bisa diterima kerja di suatu instansi.
Di sisi lain, kadang dia begitu sangat perhatian, meski tak terungkapkan lewat kata-kata, kadang-kadang bisa membuatku merasa begitu sangat nyaman di dekatnya, kadang dia bisa membuatku tertawa terbahak-bahak karena dia memang orang yang lucu. Kadang aku di buat nya terharu ketika ku melihat dia perhatian dengan orang-orang gak mampu.Dia mampu menumbuhkan semangatku menjadi berlipat-lipat, Hingga sudah 6 bulan an aku bisa terlepas dari obat jantung yang sering aku konsumsi. Aku tak tahu arti aku apa bagi kehidupannya, entah berarti entah tidak, tapi yang jelas dia wanita yang sangat spesial bagiku, sangat istimewa.
Sunday, 18 November 2012
OPINI 1
Semua momen memang sudah disiapkan Tuhan untuk "mendesain" seorang individu" sedemikian rupa sehingga menjadi sosok yang orang-orang lihat sekarang ini.
Tersebutlah kisah tentang seorang wanita yang lahir pada tanggal 2 Mei. Tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara (seorang tokoh pendidikan di jaman kolonial) dan juga tanggal yang bertepatan dengan diperingatinya Hari Pendidikan Nasional. Mungkin ini lah yang dinamakan skenario Tuhan, wanita ini mempunyai etos belajar yang tinggi, sesuai dengan tingginya semangat pendidikan yang dibawa Ki Hajar Dewantara dan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. s
Setiap hari yang ada di "kepala"nya yang mungil adalah tugas-tugas belajar. Kedua hal itu dia kerjakan dengan sangat ketat dan disiplin sesuai dengan kemampuannya. Beberapa temannya mengatakan bahwa dia sangat disiplin soal "Belajar"nya. Entah beberapa kali kejadian yang mengharuskan dia memilih satu di antara "bersosialisasi" di organisasi tertentu atau "belajar", sebagian besar yang dia pilih "belajar". Mungkin sebagian orang ada yang menganggap dia egois karena lebih mementingkan urusan pribadi di banding urusan yang menyangkut hajat hidup orang yang lebih banyak.
Namun sebenarnya jika kita melihat seorang individu pasti tak bisa lepas dari latar belakang; entah latar belakang pengalaman rohani nya, latar belakang "pendidikan" keluarga, latar belakang teman-teman sebelumnya, bahkan hingga latar belakang peristiwa-peristiwa yang datang dihidupnya.Oleh sebab itu, jika kita "melihat" seseorang yang lebih mementingkan "belajar"nya dari pada "sosialisasi" nya di suatu organisasi, dilihat dari sudut pandang bakti terhadap orang tua, maka kita tidak akan mudah beranggapan bahwa dia adalah orang egois.
Logika yang bisa diambil adalah seperti ini: wanita tadi adalah mahluk sosial yang pastinya dia akan senang sekali bersosialisasi (selama tidak pada waktu yang sama dengan prioritas pribadinya). Ketika dia memilih "belajar"nya maka dia tidak bisa dikatakan egois selama yang diperjuangkan adalah untuk orang tua nya tercinta.Nah di sini lah letak bahwa dia tidak egois (tidak menuruti keinginan sendiri yang alami yaitu berorganisasi/ bersosialisasi). Yang dia lakukan adalah berkomitmen terhadap tanggung jawab pada orang tuanya, keluarganya, atau dengan bahasa lain adalah lebih berkomitmen kepada organisasi terkecil dirinya yaitu "keluarga".
Tersebutlah kisah tentang seorang wanita yang lahir pada tanggal 2 Mei. Tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara (seorang tokoh pendidikan di jaman kolonial) dan juga tanggal yang bertepatan dengan diperingatinya Hari Pendidikan Nasional. Mungkin ini lah yang dinamakan skenario Tuhan, wanita ini mempunyai etos belajar yang tinggi, sesuai dengan tingginya semangat pendidikan yang dibawa Ki Hajar Dewantara dan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. s
Setiap hari yang ada di "kepala"nya yang mungil adalah tugas-tugas belajar. Kedua hal itu dia kerjakan dengan sangat ketat dan disiplin sesuai dengan kemampuannya. Beberapa temannya mengatakan bahwa dia sangat disiplin soal "Belajar"nya. Entah beberapa kali kejadian yang mengharuskan dia memilih satu di antara "bersosialisasi" di organisasi tertentu atau "belajar", sebagian besar yang dia pilih "belajar". Mungkin sebagian orang ada yang menganggap dia egois karena lebih mementingkan urusan pribadi di banding urusan yang menyangkut hajat hidup orang yang lebih banyak.
Namun sebenarnya jika kita melihat seorang individu pasti tak bisa lepas dari latar belakang; entah latar belakang pengalaman rohani nya, latar belakang "pendidikan" keluarga, latar belakang teman-teman sebelumnya, bahkan hingga latar belakang peristiwa-peristiwa yang datang dihidupnya.Oleh sebab itu, jika kita "melihat" seseorang yang lebih mementingkan "belajar"nya dari pada "sosialisasi" nya di suatu organisasi, dilihat dari sudut pandang bakti terhadap orang tua, maka kita tidak akan mudah beranggapan bahwa dia adalah orang egois.
Logika yang bisa diambil adalah seperti ini: wanita tadi adalah mahluk sosial yang pastinya dia akan senang sekali bersosialisasi (selama tidak pada waktu yang sama dengan prioritas pribadinya). Ketika dia memilih "belajar"nya maka dia tidak bisa dikatakan egois selama yang diperjuangkan adalah untuk orang tua nya tercinta.Nah di sini lah letak bahwa dia tidak egois (tidak menuruti keinginan sendiri yang alami yaitu berorganisasi/ bersosialisasi). Yang dia lakukan adalah berkomitmen terhadap tanggung jawab pada orang tuanya, keluarganya, atau dengan bahasa lain adalah lebih berkomitmen kepada organisasi terkecil dirinya yaitu "keluarga".
Subscribe to:
Posts (Atom)